Berapa
kali dikecewakan manusia? Berapa kali jiwa yang kau cinta namun ternyata justru
menghianatimu? Berapa kali orang yang kau percaya justru hanya seorang
perekayasa cinta?
Lalu
karena kekecewaanmu itu, kau ceritakan pada mereka yang sama kecewanya padamu,
sehingga menjadi "kumpulan orang yang kecewa". Padahal, bisa jadi
"bahkan" dengan kumpulan orang yang pernah merasakan kecewapun kau
akan kecewa juga.
yang
kecewa itu yang sakit hatinya
yang
kecewa itu yang salah niatnya
bagaimana
mungkin, penyakit hati yang dirasakannya harus orang lain yang menanggungnya
bagaimana
mungkin imannya yang compang camping, lalu menyalahkan iman orang lain
Saat
kecewa...
Periksa
niat, jangan-jangan ia tergelincir..
Saat
kecewa...
Periksa
amalan, jangan-jangan ia hanyalah kumpulan kata bukan aksi nyata
Saat,
kecewa..
Periksa
hati, jangan-jangan ia salah sandaran
Saat
kecewa...
Periksa
kemampuan, jangan-jangan tak mampu menjadi pemain dalam perjalanan panjang ini
Saat
kecewa...
Periksa
nyali, jangan-jangan ia menciut saat melihat tantangan
Yang
terpenting...
Saat
kecewa...
Koreksi
baik-baik ibadah yang dilakukan, jangan-jangan hanya untuk dijadikan tontonan..
Adalah
sebuah kegilaan seseorang yang ingin menampakan ibadahnya pada manusia,
bagaimana mungkin dia menginginkan penerimaan disis Allah.
Jika ingin
tegar, yakinkan lah. Bicaralah baik-baik dengan hatimu, ingat-ingat kembali
episode hidupmu. Hitung jiwa-jiwa yang lalu lalang dikehidupanmu, yang datang
atas nama cinta lalu pergi begitu saja.
Lalu
perhatikan....
Jiwa yang
mencintaimu ditiap perubahan waktu, tak slalu sama. Slalu ada pergantian, di
tiap tempat yang kau kunjungi & waktu yang kau datangi. Karena esensinya
bukan pada jiwa-jiwa yang mencintaimu itu. Melainkan pada peletak rasa cinta
itu. Allah.
Lihatlah,
betapa banyak cinta yang dititpkanNya pada jiwa yang tak sama.
Jika kau
lelah, istirahatlah..Bersandar adukan kelelahanmu padaNya saja..
Jika kau
kecewa pada manusia, jadikan ia pelajaran. Bahwa, Allah telah menunjukan, tak
ada yang pantas menerima cinta tulusmu, kecuali Dia. Berbahagialah karena
diberi rasa kecewa, karna dengannya, kau tau bahwa hanya Allah yang maha
sempurna. :)
Maka,
Kecewa itu memang penyempurna :)
#Repost :)


0 komentar:
Posting Komentar